Kolaborasi Lintas Organisasi Sultra Gelar “Gerakan Satu Juta Pohon”

Kendari, OborSejahtera.com — Sejumlah organisasi perempuan, keagamaan, dan kebudayaan Sulawesi Tenggara berkolaborasi menggelar “Gerakan Satu Juta Pohon” sebagai aksi nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Handari Permaculture, Puuwatu, Kendari dan Pondok TQN Syech Junaid Al Qadri.
Gerakan ini merupakan hasil kolaborasi FORHATI Wilayah Sulawesi Tenggara, JATMAN Sulawesi Tenggara, LESBUMI NU Sulawesi Tenggara, MWCNU Kecamatan Ranomeeto, KOHATI BADKO Sulawesi Tenggara, dan KOHATI Cabang Kendari.

Kordinator Presidium Forhati Sultra, Rahmawati Azi mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini menegaskan pentingnya kerja bersama lintas gender dan lintas generasi dalam menjawab tantangan krisis ekologis yang semakin nyata.
Sementara itu, ketua Panitia kegiatan, Irma Irayanti, menyampaikan bahwa Gerakan Satu Juta Pohon tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun kesadaran bersama.
“Menanam pohon adalah bentuk tanggung jawab moral kita kepada bumi dan kepada generasi yang akan datang. Gerakan ini ingin menegaskan bahwa merawat alam adalah kerja kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan lintas generasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irma menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dan laki-laki dalam kegiatan ini mencerminkan semangat keadilan dan kesetaraan dalam gerakan lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian ekologis bukan milik satu kelompok saja. Semua memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga keberlanjutan alam,” tambahnya.
Aksi penanaman pohon ini juga dimaknai sebagai gerakan kesadaran spiritual dan sosial. Melalui keterlibatan aktif berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama di lapangan, di mana nilai kepedulian, kesalingan, dan keberlanjutan ditanamkan melalui praktik nyata.
Handari Permaculture dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merepresentasikan pengelolaan lingkungan berbasis keberlanjutan dan kearifan lokal.
Melalui Gerakan Satu Juta Pohon, para penyelenggara berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi bukan sekadar wacana, melainkan aksi konkret yang harus dilakukan secara terus-menerus dan diwariskan lintas generasi.
Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya inisiatif-inisiatif ekologis yang lebih luas di Sulawesi Tenggara.(*rn)




This cross-sector collaboration exemplifies how collective action drives environmental sustainability. Just as the gaming industry leverages technology for seamless user experiences via platforms like the legend link app, ecological initiatives require integrated, scalable approaches to create lasting impact across generations.