Kemerdekaan Sejati Bukan Soal Perayaan, Tapi Refleksi Tentang Arti Merdeka Sesungguhnya
Opini Oleh: Husni (Reporter OborSejahtera.com)

Buton, OborSejahtera.com – Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan dengan penuh suka cita. Upacara bendera, lomba rakyat, hingga hiasan merah putih di setiap sudut jalan menjadi simbol kebanggaan nasional.
Namun, di balik perayaan itu, terdapat ruang refleksi yang jauh lebih penting: apakah makna kemerdekaan benar-benar sudah kita rasakan? Apakah semangat juang para pendiri bangsa telah kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari?.
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar perayaan seremonial tahunan dengan lomba dan upacara, tetapi sebuah momentum refleksi tentang arti merdeka yang sesungguhnya.
Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan bangsa asing, tetapi juga terbebas dari kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan perpecahan.
Hari ini, Generasi memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nilai perjuangan para pendiri bangsa: persatuan, keberanian, dan pengorbanan. Merdeka harus berarti berani berbuat adil, bekerja keras untuk kemajuan, serta menjaga tanah air dengan hati.
Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat dapat hidup sejahtera, hak-haknya dihargai, dan suaranya didengar. Maka, memperingati HUT RI adalah mengingat kembali janji kemerdekaan itu: sebuah perjalanan panjang yang harus terus diperjuangkan, bukan hanya dirayakan.
Mari kita jadikan momentum HUT RI ini sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijaga. Dengan persatuan, kerja keras, dan kepedulian, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat. MERDEKA…
Lasalimu Selatan, 17 Agustus 2025
Basilica Cistern tour Small group tours feel more intimate. https://kulturzentrum-hermannstadt.ro/?p=6248