OPINI

Ketika Listrik Padam, Keandalan Pelayanan Publik Diuji

Oleh: Husni - Peternak Ayam, Kandang Mon Sejati Farm Sultra


Listrik adalah sesuatu yang sering baru terasa nilainya ketika ia padam.

Ketika lampu menyala, keberadaan listrik hampir tidak pernah dipersoalkan. Namun ketika alirannya terhenti, barulah kita menyadari betapa banyak aktivitas masyarakat yang ternyata bergantung padanya.

Di wilayah Muna bagian timur, khususnya Kecamatan Maligano, persoalan pemadaman listrik belakangan menjadi perhatian masyarakat. Pemadaman yang terjadi berulang tentu bukan sekadar perkara gelap-terang. Di dalamnya terdapat aktivitas ekonomi, rumah tangga, pendidikan, komunikasi, hingga usaha masyarakat yang ikut bergantung pada kepastian pasokan listrik.

Sebagai pelanggan sekaligus pelaku usaha kecil, saya melihat persoalan ini dari dua sisi.
Di satu sisi, masyarakat tentu mengharapkan listrik yang stabil. Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa sistem kelistrikan bukan sesuatu yang sederhana. Ada jaringan, peralatan, kondisi geografis, lingkungan, serta pekerjaan teknis yang harus ditangani untuk menjaga keandalan pasokan.

Dalam konteks itu, saya memperoleh penjelasan dari Manajer PLN ULP Raha bahwa saat ini sedang dilakukan pekerjaan peningkatan keandalan listrik dan pihak PLN mengupayakan agar kondisi dapat kembali normal secepatnya.

Komunikasi saya dengan pihak PLN ULP Raha sendiri berjalan dengan baik. Saya juga mengikuti saluran informasi PLN. Karena itu, tulisan ini bukan lahir dari ketiadaan informasi atau keinginan untuk menyudutkan pihak tertentu.

Justru sebaliknya.

Saya melihat ada satu hal yang lebih penting untuk dibicarakan: ketika sebuah pekerjaan disebut sebagai peningkatan keandalan, masyarakat tentu memiliki harapan agar hasil akhirnya benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Di situlah pelayanan publik sesungguhnya diuji.
Pelayanan publik tidak berhenti pada tersedianya sebuah layanan. Pelayanan juga berbicara tentang keberlanjutan, kualitas dan kemampuan sebuah institusi untuk memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari layanan tersebut.

Listrik yang menyala adalah kebutuhan dasar. Tetapi listrik yang andal adalah kebutuhan yang jauh lebih penting bagi masyarakat yang aktivitasnya semakin bergantung pada energi listrik.

Bagi saya sebagai peternak, misalnya, listrik memiliki hubungan langsung dengan aktivitas usaha. Mesin tetas, penerangan kandang, pompa air dan kebutuhan lainnya membutuhkan pasokan listrik yang relatif stabil.

Gangguan listrik mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi usaha kecil, setiap gangguan memiliki konsekuensi yang berbeda.

Karena itu, pekerjaan peningkatan keandalan yang sedang dilakukan PLN ULP Raha tentu layak mendapat dukungan. Masyarakat membutuhkan jaringan yang semakin baik dan pasokan yang semakin stabil.

Tetapi dukungan masyarakat juga membawa harapan.

Semoga pekerjaan tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan teknis untuk hari ini, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi gangguan dan meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan di wilayah Muna bagian timur.

Ada pula persoalan yang dapat kita bantu bersama.

Pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik, misalnya, dapat menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu jaringan. Karena itu, masyarakat yang memiliki pohon di sekitar jaringan diharapkan tidak mempersulit petugas ketika diperlukan pemangkasan demi keamanan jaringan.

Namun, masyarakat juga tidak perlu mengambil risiko dengan memangkas atau menebang sendiri pohon yang berada dekat dengan jaringan listrik bertegangan. Koordinasi dengan petugas PLN jauh lebih aman.

Hal tersebut bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Ini sekadar menunjukkan bahwa keandalan listrik juga membutuhkan kesadaran bersama.
Namun, tanggung jawab utama terhadap kualitas pelayanan tetap berada pada penyelenggara layanan.

Masyarakat berhak berharap bahwa pekerjaan peningkatan keandalan menghasilkan pelayanan yang semakin baik. PLN pun tentu memiliki kepentingan yang sama: memastikan sistem kelistrikan dapat bekerja secara aman dan andal.

Maka, kritik terhadap pemadaman tidak harus dipahami sebagai bentuk permusuhan.
Kritik dapat menjadi bentuk perhatian.
Masyarakat yang mengeluhkan listrik padam pada dasarnya sedang mengatakan bahwa listrik memiliki arti penting bagi kehidupan mereka.

Dan bagi saya, pertanyaan paling sederhana yang layak diajukan bukanlah siapa yang harus disalahkan ketika listrik padam.

Pertanyaannya adalah:

Setelah pekerjaan peningkatan keandalan ini selesai, apakah masyarakat Maligano akan merasakan listrik yang lebih andal?

Jawaban atas pertanyaan itu nantinya tidak cukup diberikan melalui penjelasan.

Masyarakat akan merasakannya sendiri.
Jika gangguan semakin berkurang, pasokan semakin stabil, dan pelayanan semakin baik, maka masyarakat akan melihat bahwa pekerjaan yang dilakukan memang memberikan manfaat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan hanya seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan, tetapi seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh masyarakat.

Masyarakat Muna bagian timur, khususnya Maligano, tentu berharap proses peningkatan keandalan yang sedang berlangsung dapat segera tuntas dan memberikan hasil nyata.

Bukan karena masyarakat menuntut listrik tanpa pernah mengalami gangguan.

Tetapi karena masyarakat berhak berharap bahwa dari setiap proses perbaikan, akan lahir pelayanan yang lebih baik.

Sebab listrik yang kembali menyala setelah padam adalah pelayanan. Tetapi listrik yang semakin jarang padam adalah keandalan.

Dan pada akhirnya, keandalan itulah yang ingin dirasakan masyarakat.

Muna, 9 September 2026

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close