DAERAH

Pemadaman Bergilir hingga Padam Mendadak, Ini Penjelasan PLN ULP Raha


MUNA, OBORSEJAHTERA.COM – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah pelayanan PLN ULP Raha dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan sebagian masyarakat karena mulai berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Bagi pelaku usaha kecil, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan. Sejumlah aktivitas usaha membutuhkan listrik untuk menjalankan peralatan, menyimpan barang dagangan, mengolah makanan, hingga memberikan pelayanan kepada pelanggan. Ketika listrik padam, aktivitas tersebut terpaksa dihentikan atau terganggu.

Keluhan semakin terasa ketika pemadaman terjadi secara tiba-tiba. Pelaku usaha yang sebelumnya tidak memperkirakan adanya gangguan menjadi kesulitan mengatur aktivitas usahanya. Dalam kondisi tertentu, pemadaman juga dikhawatirkan dapat menyebabkan bahan atau barang dagangan yang membutuhkan listrik mengalami kerusakan, sementara aktivitas penjualan maupun produksi harus tertunda.

Sebagian masyarakat mengaku memahami bahwa pemadaman dapat terjadi karena adanya pekerjaan peningkatan keandalan jaringan. Namun, mereka berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan dan gangguan listrik dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi pelaku usaha kecil, tidak terus-menerus terganggu.

Berdasarkan pengamatan awak media di lapangan, pemadaman dilakukan secara bergilir pada setiap lokasi dengan jeda sekitar dua hingga tiga hari. Kondisi tersebut terjadi seiring adanya pekerjaan peningkatan keandalan jaringan listrik yang tengah dilakukan PLN.

Manajer PLN ULP Raha, Nur Hasan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pemadaman bergilir pada masing-masing lokasi merupakan bagian dari proses peningkatan keandalan jaringan listrik.

“2 s.d. 3 hari sekali Pak, untuk tiap lokasi,” jelas Nur Hasan.

Menurutnya, pekerjaan peningkatan keandalan jaringan tersebut diupayakan tidak berlangsung dalam waktu yang panjang.

“InsyaAllah tidak sampai waktu bulanan Pak,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba, Nur Hasan menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak termasuk dalam rencana pemadaman untuk pekerjaan peningkatan keandalan jaringan.

Ia mengatakan, gangguan tersebut dapat dipicu oleh kondisi eksternal yang terjadi di lapangan, terutama pohon dan binatang.

“Kami terus berupaya menjaga kehandalan suplai listrik, penyebab gangguan yang masih sering terjadi akibat pohon dan binatang,” kata Nur Hasan.

Untuk mengantisipasi gangguan akibat pohon, PLN ULP Raha mengimbau masyarakat yang memiliki pohon di dekat jaringan listrik agar dapat memberikan izin kepada petugas untuk melakukan pemangkasan maupun penebangan apabila diperlukan.

“Sekiranya ada pohon yang dekat jaringan PLN, kami menghimbau masyarakat untuk dapat merelakan pohonnya untuk dapat dipangkas/ditebang,” jelasnya.

Nur Hasan berharap upaya peningkatan keandalan jaringan yang dilakukan PLN dapat membuat suplai listrik kepada masyarakat semakin andal ke depannya. Ia juga meminta dukungan masyarakat dalam membantu menjaga keamanan jaringan listrik.

“Semoga ke depan bisa lebih handal suplai listrik. Kami mohon dukungan juga dari masyarakat,” tuturnya.

Ia secara khusus meminta agar imbauan tersebut turut disampaikan kepada masyarakat di wilayah Labunia dan Maligano. Apabila terdapat petugas PLN yang meminta izin untuk melakukan pemangkasan atau penebangan pohon yang berada di sekitar jaringan, masyarakat diharapkan dapat memberikan izin.

“Bisa tolong diinfokan juga Pak ke saudara atau kenalan di Labunia dan Maligano. Jika ada petugas PLN yang meminta pohon untuk ditebang atau dipangkas untuk dapat diijikan,” tambah Nur Hasan.

Masyarakat berharap pekerjaan peningkatan keandalan jaringan tersebut benar-benar dapat memberikan perubahan terhadap kualitas pasokan listrik setelah seluruh proses selesai. Sebab, bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil, listrik yang lebih andal bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi dan keberlangsungan usaha mereka sehari-hari. (Husni/OS)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Close